You Are Reading

5

Arti Malam minggu (malming) menurut politikana dan saya

Syahira Layali Saturday, 5 March 2011
Kita telah menciptakan sebuah tradisi populer di masyarakat : malmingan.

Malming merupakan singkatan dari Malam Mingguan yang bisa diartikan dengan melewati malam minggu (alias sabtu malam) dengan kegiatan-kegiatan tertentu yang biasanya berbeda dari malam-malam sebelumnya.


Kegiatan apakah itu?
Macam?macam, tergantung
masing-masing orang untuk menghabiskan malam minggunya dengan cara bagaimana.
Tapi, ada satu ke-khasan yang biasanya melekat pada kegiatan malmingan ini.
Yaitu: waktu yang digunakan untuk mengunjungi pacar/kekasih atau apapunlah namanya (alias kencan alias apel alias ngedate) bisa jalan-jalan, nonton, atau sekedar hang out bersama teman-teman satu gang dan melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama.
Atau juga bersama keluarga, atau orang-orang yang dekat dengan kita.

Kenapa malming-an di sebut sebagai malming (malam minggu) bukan malam ahad ya?
→Kalau misalnya diganti menjadi ahad, berarti singkatannya menjadi 'malah'an atau 'malhad'an, haha, tidak terlalu menjual namanya.

Lalu, kenapa malming dianggap waktu yang tepat buat melakukan kunjungan pacar atau digunakan sebagai waktu bersenang-senang oleh
kebanyakan kaum muda?

Kenapa malming selalu dianggap malam yang panjang?
Apakah karena kebanyakan orang-orang begadang sehingga merasa bahwa malam minggu menjadi lebih panjang?

Secara keseluruhan, kenapa malming menjadi begitu istimewa bagi kaum muda?
Apakah karena minggu merupakan hari libur sehingga malamnya bisa digunakan untuk tidak tidur?

Tapi bukankah sabtu juga kebanyakan sekarang sudah menjadi hari libur?!
dan kenapa tidak memilih malam sabtu saja?

Sebenarnya, kita bisa mengatakan bahwa kita juga menganggap malam minggu biasa saja seperti malam-malam yang lain.
Yang membedakannya adalah karena hari minggunya merupakan hari libur, sehingga kebanyakan kita bisa melewati malam dengan lebih bebas karena (misalnya) besok bisa tidur puas dan bangun siang.
Dan kegiatan yang dilakukan juga sebenarnya tidak mesti menyangkut masalah pacaran atau hang out tidak jelas yang hanya buang-buang waktu, buang duit dan bikin macet jalan.

Kita bisa mengisinya dengan pengajian.. (misalnyahehe).
Atau bikin rencana masa depan yang bisa memajukan bangsa (misalnya-kerensekalikan?)

Menghabiskan malam minggu sebagai generasi muda penerus bangsa teladan *tsaaah*.

Tapi, saat ini, malming tetap menjadi malam keramat yang istimewa bagi kaum muda untuk dihabiskan bersama pasangannya.

Tapi kalau Malmingan saya tidak mau ikut ikutan, karena banyak sekali efek dari malam itu sendiri.
Contoh: pacaran yg melanggar norma agama dan keasusilaan.
Banyak juga remaja yang terjerumus dengan pergaulan bebas di malming (tapi tidak di malming saja, di malam-malam lainnya juga sama saja sih).
Seperti mabuk-mabukan, berhubungan mesum dll.
tapi setiap orang itu berbeda-beda, jadi semoga saja kita tidak terjerumus ke dalam contoh di atas.. ← pendapat saya.

Namun, ini pertanyaan yang amat sangat penting bagi kita semua, kenapa tiap malming blog syahiralayali sangat sepi?

5 komentar:

anak poris said...

tambahin ya : "Malming itu kebudayaan BARAT. orang Barat bilangnya saturday night. Orang barat juga pake satnight buat pacaran atau jalan jalan lah. " gitu..

Syahira Layali said...

Ya.
I know!

anak poris said...

kenapa ga ditulis??

Syahira Layali said...

soal'a semua orang pasti dah tau,..
gitu loh

eh, liat blog tmn gw deh
"ranggaramadhan.blogspot.com"

[ini bukan syahira]

anak poris said...

gue udh ga ngeblog lagi @.@

Post a Comment

 
Copyright 2010 Suara Remaja Indonesia