You Are Reading

0

6 hantu terseram diIndonesia

Syahira Layali Friday, 15 April 2011
Kamu yang ingin tahu hant terseram di Indonesia, silahkan gabung..

1.Kuntilanak:



















Sosok kuntilanak di gambarkan dalam bentuk “wanita cantik”.
Kuntilanak di gambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas.
Kuntilanak sewaktu muncul selalu di iringi harum bunga kamboja.
Konon laki-laki yang nggak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah.
Kuntilanak juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil.
Dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak di gambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir.

Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja.
Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaiman deskripsi di atas disebut “sundel bolong”.
Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat “bersemayam”.


2. Sundel bolong:

















dalam mitos hantu Indonesia di gambarkan dengan wanita berambut panjang dan bergaun panjang warna putih.
Di gambarkan pula terdapat bentukan bolong di bagian punggung yang sedikit tertutup rambut panjangnya sehingga organ-organ tubuh bagian perut terlihat.
Dimitoskan hantu sundel bolong mati karena diperkosa dan melahirkan anaknya dari dalam kubur.
Biasanya sundel bolong juga diceritakan suka mengambil bayi-bayi yang baru saja dilahirkan.


3. Tuyul:


Tuyul [bahasa Jawa: thuyul] dalam mitologi Nusantara, terutama di Pulau Jawa, adalah makhluk halus berwujud anak kecil atau orang kerdil dengan kepala gundul.
Penggambaran lainnya yang gak disepakati semua orang adalah kulit berwarna keperakan, bersifat sosial [dalam pengertian memiliki masyarakat dan pemimpin], serta bersuara seperti anak ayam.
Tuyul dapat di pekerjakan oleh seorang majikan manusia untuk alasan tertentu, terutama mencuri [uang].
Untuk menangkal tuyul, orang memasang yuyu disejumlah sudut rumah karena tuyul dipercaya menyukai yuyu sehingga ia lupa akan tugas yang dibebankan pemiliknya.
Kejadian tuyul dipercaya berasal dari janin orang yang keguguran atau bayi yang mati ketika lahir.
Karena berasal dari bayi, karakter tuyul juga seperti anak-anak:
gemar bermain [seperti laporan orang melihat sejumlah tuyul bermain pada tengah malam, dsb.].


4. Pocong:


Penggambaran pocong bervariasi.
Dikatakan, pocong memiliki wajah berwarna hijau dengan mata yang kosong.
Penggambaran lain menyatakan, pocong berwajah rata dan memiliki lubang mata berongga atau tertutup kapas dengan wajah putih pucat.
Mereka yang percaya akan adanya hantu ini beranggapan,
pocong merupakan bentuk protes dari si mati yang terlupa di buka ikatan kafannya sebelum kuburnya ditutup.
Meskipun pocong dalam film sering digambarkan bergerak melompat-lompat, mitos tentang pocong malah menyatakan pocong bergerak melayang-layang.
Hal ini bisa dimaklumi, sebab di film-film pemeran pocong gak bisa menggerakkan kakinya sehingga berjalannya harus melompat-lompat.
Kepercayaan akan adanya hantu pocong hanya berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera.
Walaupun penggambarannya mengikuti tradisi muslim, umat beragama lain pun ternyata dapat mengakui eksistensi hantu ini.


5. Genderuwo:


Genderuwo adalah sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan.
tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh disekujur tubuh.
Genderuwo terutama dikenal dalam masyarakat di Pulau Jaw
[orang Sunda menyebutnya “gandaruwo” dan orang Jawa menyebutnya “gendruwo”].



Habitat hunian kegemarannya adalah batu berair, bangunan tua, pohon besar teduh atau sudut-sudut yang lembab sepi dan gelap.
Pusat domisili makhluk ini dipercaya berada di“Hutan Jati Donoloyo” kecamatan Sloghimo, sekitar 60 km di sebelah timur Wonogiri, dan di wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo sekitar 60 km ke barat Yogyakarta.


6. Wewe Gombel:















Wewe Gombel adalah sebuah istilah dalam tradisi Jawa yang berarti roh jahat atau hantu yang suka mencuri anak-anak, tapi tidak mencelakainya.
Konon anak yang dicuri biasanya anak-anak yang ditelantarkan dan di abaikan oleh orang tuanya.
Wewe Gombel biasanya akan menakut-nakuti orang tua si anak atas sikap dan perlakuannya kepada anaknya sampai mereka sadar.
bila mereka telah sadar, Wewe Gombel akan mengembalikan anaknya.
Menurut cerita, Wewe Gombel adalah roh dari “seorang wanita yang meninggal bunuh diri lantaran dikejar masyarakat karena telah membunuh suaminya”.
Peristiwa itu terjadi setelah suami dari wanita itu berselingkuh dengan wanita lain.
Sang suami melakukan hal itu karena istrinya tak bisa memberikan anak yang sangat diharapkannya.
Akhirnya ia dijauhi dan dibenci suaminya lalu dikucilkan sampai menjadi gila dan gembel.
Disebut Wewe gombel karena kejadian ini terjadi di daerah Gombel, Semarang.
Jika kita berkendaraan dari arah jatingaleh ke arah banyumanik, maka akan terlihat bekas iklan bir bintang.
Di situlah konon letak lokasi wewe gombel berada.
Beberapa orang menyebutkan bahwa lokasi tersebut adalah lokasi kerajaan hantu.
Menurut cerita itu pula, hal itu yang menyebabkan sebuah hotel yang terletak di dalam lokasi bukit gombel menjadi bangkrut.

Sumber: cheaterwahyu.forummotion.com

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright 2010 Suara Remaja Indonesia